Silaturahmi dan Buka Bersama Karyawan PT. Asuransi Binagriya Upakara

Kegiatan

Silaturahmi dan Buka Bersama Karyawan PT. Asuransi Binagriya Upakara

Asuransi Binagriya Upkara — 2018-05-25 11:20:47

Silaturahmi dan Buka Bersama Karyawan PT. Asuransi Binagriya Upakara

Rabu (23/5/2018) Sore , PT. Asuransi Binagriya Upakara mengadakan acara yang bertajuk " Silaturahmi dan Berbagi Santunan Kepada Anak Yatim " di kantor pusat PT, Asuransi Binagriya Upakara tepatnya di gedung Wisma Pura Batara Tanah Abang Jakarta Pusat. Acara ini di selenggarakan sebagai sarana Sillaturohmi sesama karyawan – karyawan PT. Asuransi Binagriya Upakara, dan berbagi santunan kepada anak yatim.

Dalam serangkaian acara yang cukup panjang ini, diisi ceramah yang di sampaikan oleh ustadz Adnan, beliau nceritakan beberapa kisah tentang keutaman dari berbagi dan sillaturohmi. Beliau mengisahkan Suatu hari malaikat Izrail, malaikat pencabut nyawa, memberi tahu Nabi Daud a.s., bahwa si Fulan tinggal enam hari lagi akan dicabut nyawanya. Jam berganti jam, hari berganti hari. Lewatlah deadline yang disampaikan oleh Izrail tentang si Fulan itu, tetapi nyatanya si Fulan itu masih tetap saja hidup terus. Maka, bertanyalah Nabi Daud kepada Izrail perihal kejadian ini.“Mengapa si Fulan masih saja hidup terus, padahal engkau katakan beberapa hari yang lalu umurnya tinggal enam hari lagi, ya Izrail? Sekarang enam hari sudah berlalu sejak kau mengatakannya padaku, gerangan apakah ini? Izrail memberi penjelasan kepada Nabi Daud. “Sebetulnya, aku sudah akan mencabut nyawanya tepat di hari yang aku katakan padamu itu. Tetapi, kemudian Allah memerintahkan kepadaku agar menunda dulu hal itu.” “Mengapa demikian, ya Izrail?” “Sejak hal itu aku katakan kepadamu, si Fulan tampak rajin menyumbang tali persaudaraan dengan sesama saudaranya yang sudah putus. Karena itu, Allah memberi tambahan umur selama 20 tahun kepadanya.”

Di Negeri arab ada seorang laki-laki paruh baya, mapan, kaya raya, rakfat namanya. Suatu hari di tengah aktifitas hariannya dia merasakan sakit yang begitu hebatnya, kemudian dia berusaha mendapatkan kesembuhan dengan berobat ke dokter. Vonis dari dokter adalah rakfat mengidap penyakit "KANKER HATI". Di arab sudah semua rumah sakit ia datangi. Berbagai macam obat dari dokter penjuru negeri arab sudah ia minum. Namun ada apa gerangan? Rakfatpun tak kunjung sembuh. Rakfat hampir putus asa, hingga ada seorang laki-laki mendatanginya dan laki-laki itu mengatakan "pergilah ke negeri china, di sana ada obat mujarab dan dokter spesialis. Siapa tahu kamu bisa sembuh setelah berobat dari sana". Tanpa berpikir panjang, rakfat pun menyiapkan segala sesuatunya untuk pergi ke china. Dia pergi naik pesawat,setelah sampai china kemudian dicarilah rumah sakit dan nama dokter yang katanya hebat itu. Akhirnya tak lama kemudian ketemulah Rumah Sakit dam dokter yang dimaksud. Demikian percakapan sekilas antara dokter dengan rakfat

Rakfat      : Alahmdulillah akhirnya saya menemukan anda dok. Saya sudah berobat di semua rumah sakit di negeri saya, namun panyakit saya tak kunjung sembuh.
dokter       : memangnya anda sakit apa? coba saya periksa dulu ...
Rakfat      : Silahkan dok, berapa pun biayanya nanti akan saya bayar.
dokter       : anda menderita sakit kanker hati, dan ini sudah sangat parah. Anda harus segera dioperasi.
Rakfat      : kalau memang harus operasi, saya siap tapi saya mau balik ke arab dulu, setelah selesai urusannya saya akan segera kembali kesini.

Dokter      :  anda sudah terlalu parah. waktu anda tinggal sedikit anda harus segera dioperasi.
rakfat        :  kira-kira umur saya berapa lama lagi dok

Dokter:     :  waktu anda hanya sekitar 2 hari lagi. Jika terlambat bisa fatal akibatnya.
rakfat        :  kalau begitu, saya akan pulang 2 hari. kemudian setelah selesai urusan saya akan segera kembali kesini untuk menjalani operasi.

            Rakfat pun akhirnya tiba di negeri arab, Dia silaturahmi kepada keluarga, sanak saudara, teman, sahabat dan semua orang yang pernah dia kenal. Rakfat mengunjunginya satu persatu hingga semua mendapat jatah untuk didatangi. Di setiap orang yang ia datangi, rakfat selalu mengatakan bahwa: "Aku sekarang ini sudah tidak punya waktu banyak lagi,dokter memvonis bahwa aku mengidap kanker hati dan umurku tinggal dua hari ini. Semua yang kumiliki kini sudah tidak ada gunanya lagi. Maka dari itu aku memohon maaf kepada anda atas segala kesalahanku selama ini, baik yang saya sengaja maupun yang tidak saya sengaja" Semua orang yang dia kunjungi merasakan kesihan dan akhirnya memberi maaf dan mendoakan rakfat agar sembuh. Pada hari ke dua rakfat selesai berkunjung kesemua orang, kondisinya pun semakin lemah. Dia berjalan dipapah masuk mobil oleh supirnya, setelah masuk mobil dan sopir siap berangkat ke bandara untuk terbang ke china. Namun rakfat mencegah sopirnya, dari dalam mobil rakfat melihat seorang ibu kelihatan lusuh sedang sibuk mencari sesuatu. Kemudian rakfat keluar dari mobilnya dan mendatangi ibu tadi dan bertanya, "Wahai ibu, apa yang sedang anda lakukan disini?". Ibu itu menjawab:"Oh, anak muda. Alhamdulillah, Allah menunjukkan tempat dimana ada rizki buatku dan anak-anakku di rumah. Hari ini saya akan pesta dengan memasak daging yang aku peroleh. Anak-anakku pasti senang. Rakfat pun terdiam, dan berkata dalam hati :"sisa makanan sampah, tulang-belulang sisa daging yang dipendam mau dibuat pesta? untuk memberi makan anaknya? Ya Allah, apa yang terjadi di sini? sungguh sangat menyedihkan. Rakfat bergegas masuk sebuah swalayan dekat ibu itu mengumpulkan sisi tulang-belulang dan sampah daging. Ditemuilah salah satu pelayan, rakfat berkata: "Wahai pelayan aku membeli daging 1 kg setiap hari selama setahun aku bayar kontan sekarang. Oh, sebentar 1 kg tidak cukup. Kalau begitu 2 kg selama satu tahun aku bayar kontan. Setelah ini berikan kepada ibu itu setiap hari 2 kg selama 1 tahun". Pelayanpun menjawab: "Baik Pak, terima kasih banyak". Rakfat keluar dari swalayan sambil membawa daging 2kg dan diberikan ibu tadi untuk dimasak hari ini. Ibu tadi berkata: "Alhamdulillah, Ya Allah ada rizki buatku hari ini." dan Ibu itu pun berdo'a untuk pemuda yang membelikan daging (rakfat): "Ya Allah semoga engkau berikan pemuda ini rizki yang cukup, umur yang panjang, kesehatan, keselamatan “ dan masih panjang sekali do'a yang dipanjatkan ibu tadi untuk rakfat. Mendengarkan do'a ibu tadi, semangat hidup rakfat bangkit lagi, tubuhnya menjadi tidak lemas lagi. Setelah itu rakfat pamit, "karena masih ada urusan,maka saya mohon pamit ya bu." Rakfat kembali masuk mobil dan siap ke bandara untuk terbang ke china. Setelah sampai china dan menemui dokternya.

Rakfat      : Dokter, sekarang saya sudah siap 100% untuk operasi!
dokter       : Oke, kita lakukan general cek up dulu sebelum melakukan operasi.
dan selang beberapa menit, keluarlah dokter dan membawa hasilnya.
"WOW!!! Sungguh ANEH TAPI NYATA!!! LUAR BIASA!!! Belum pernah terjadi seperti sebelumnya!" demikian kata dokter.
rakfat        :"ada apa dok?"
dokter       : "sungguh aneh tapi nyata, anda dinyatakan sembuh total dari penyakit kanker hati".
Dokterpun masih menyimpan berjuta pertanyaan, mengapa bisa demikian? "Apa yang anda lakukan selama 2 hari di negeri anda sehingga anda bisa sembuh total?" tanya dokter dengan heran.
rakfat        : "Apa dok!!! Saya sembuh total??? Alhamdulillah...
Terima kasih Ya Allah ... (sambil sujud syukur)
Rakfat mulai menceritakan, bahwa selama 2 hari di arab dia telah silaturahmi kepada semua orang yang dia kenal, dia minta maaf dan di depan sebuah swalayan dia memberikan daging kepada ibu 2 kg stiap hari selama 1 tahun dan ia bayar kontan.

            Silaturahmi tidak hanya memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi pelakunya. Para kerabat dan keluarga yang dikunjungi pun tidak luput dari rasa bahagia ketika mendapati bahwa keluarganya masih peduli dan memegang teguh rasa persaudaraan. Sudah seharusnya kita sebagai seorang muslim wajib menjalankan perintah Allah untuk selalu menjaga dan memperpanjang tali silaturahmi dengan sesama. Selain dapat merasakan manfaat silaturahmi yang akan menambah amal baik dan pahala, kita juga dapat meringankan beban anggota keluarga dengan bersedekah                             

 

 Tag-tag: 

Baca Juga